Matinya seorang Wali Allah adalah Kehidupan. Sedangkan Hidupnya seorang musuh Wali Allah adalah Kematian.
Kehidupan yang tak pernah mati adalah menerima kematian, dan kematian yang tak akan hidup lagi adalah menolak kematian.
Orang yang mati adalah orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya tidak mau menerima peringatan (talqin). Merekalah orang yang mati di hadapan Sang pemberi hidup.
Bagaimana pula seseorang akan hidup apabila anak jarinya disumbat kedalam telinganya setiap mendengar kematian.